TaneakJang/14/09/2024_Pengurus Daerah AMAN Taneak Jang dalam kunjungan ke tanah Wilayah Pusako Tembo Tujuh Depo yang berjarak 10 KM dari Desa Sebelat Ulu dengan waktu yang ditempuh 4 Jam berjalan kaki melewati jalan tanah yang membelah Hutan dan pohon tumbuh subur di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) melalui Komunitas Adat Sungai Lisai Pembentukan PEREMPUAN AMAN dengan Tema Perjuangan Perempuan Adat Melalui Perempuan AMAN,
Desa Sungai Lisai yang berada di ujung Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, duluh Komunitas Sungai Lisai bagian dari Provinsi Jambi pada tahun 2009 Desa Sungai Lisai secara admnistrasi resmi di terima masuk ke Wilayah Kabupaten Lebong.
Komunitas Adat Sungai Lisai salah satu Desa di perut Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), yang memiliki Kepala Keluarga (KK) berjumlah 97 dengan jumlah penduduk 378 Jiwa dengan luas Wilayah 571 Ha. Desa yang memiliki penghasilan Kopi dan kekayaan alam yang menjadi salah satu penghasilan komoditas unggulan di Komunitas Sungai Lisai. Ada banyak sekali potensi ekonomi hasil hutan yang di manfaatkan oleh Komunitas ini seperti Rotan, manau, aren, dan tumbuhan lainnya.
Kidang Barada (Ketua PD AMAN Taneak Jang) adalah Ketua Pengurus Daerah baru dilantik 09 Juni 2024 kemaren dengan masa jabatan periode 2024 – 2029 menyampaikan pertama kali kunjungan ke Komunitas Adat Sungai Lisai dalam masa Pengurusan dia, kemudian Ketua PD AMAN Taneak Jang menyampaikan bawasannya tujuan dia beserta rombongan salah satunya untuk bersilahturahmi dan Pembentukan PEREMPUAN AMAN Komunitas Adat Sungai Lisai, harapan nanti ketika terbentuk PEREMPUAN AMAN di Komunitas Adat Sungai Lisai dapat memberikan hal positif bagi Perempuan Adat untuk memperjuangkan hak-hak Perempuan atas dirinya sendiri dan bisa mengembangkan potensi ekonomi yang di hasil dari tanah milik sendiri.
Komunitas Adat Sungai Lisai dari jumlah penduduk 378 Jiwa Komunitas Adat Sungai Lisai memiliki jumlah Perempuan 139 Jiwa, sekitar 80% dari jumlah perempuan Sungai Lisai sebagai Petani. Dalam hal ini disampaikan oleh Sekdes Desa Sungai Lisai kemudian dilanjutkan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pengurus Daerah AMAN Taneak Jang yang sudah berjuang datang ke Komunitas Adat Sungai Lisai melihat secara langsung keadaan Komunitas Adat dan sudah memperjuangkan hak-hak Perempuan Adat Sungai Lisai khusunya. Dalam hal ini Sekdes menyampaikan dengan ada Musyawarah Kampung Pembentukan PEREMPUAN AMAN di Komunitas Adat Sungai Lisai, Perempuan Adat bisa mengembangkan dirinya sendiri melalui PEREMPUAN AMAN.
Dalam kata sabutan ibu Apida (Ketua terpilih Pengurus PEREMPUAN AMAN Komunitas Adat Sungai Lisai) menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pengurus Daerah AMAN Taneak Jang sudah datang dan menemui langsung dengan Masyarakat Adat Sungai Lisai dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua peserta Musyawarah Kampung khususnya perempuan yang telah memberikan kepercayaan ini kepada saya sabagai Ketua PEREMPUAN AMAN Komunitas Adat Sungai Lisai semoga ini awal perjalanan organisasi yang berperan positif dalam memeperjuangkan hak-hak kaum perempuan, kemudian terkahir ibu Apida menyampaikan bawasannya mereka sangat mengharapkan akses jalan dari Desa Sebelat Ulu sampai ke sungai Desa Sungai Lisai dapat di bangun oleh pemerintah nantinya seperti jalan-jalan di Desa lainnya karenan banyak sekali kejadiannya salah satunya orang sakit yang di bawah dari Desa Sungai Lisai dengan di tandu sampai di Desa Sebelat Ulu jika akses jalanan ini bisa di bangun maka meraka ketika ada yang sakit bisa di bawah dengan cepat katanya, harapanya melalui PEREMPUAN AMAN ini mereka bisa menyuarakan perjuangan ini kepada pihak pemerintah daerah yang terkait tutupnya.